Skip to main content

Ada apa di Wih Ni Kulus?

Jalan darat dari Bireuen ke Takengon ditemani dengan jalan aspal yang berkelok, mendaki, dan dimanjakan dengan naturalisme alam pegunungan yang menyatu. Sepanjang perjalanan Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Tengah banyak tempat menarik yang kita lewati seperti krueng simpo, Bukit Cot Panglima, pemandian air panas simpang balik, hutan pinus, dan lain-lain. Banyak pondok dipinggir jalan yang bisa kita singgahi dari ponduk menjual alpukat, pondok durian, pondok kopi, sampai pondok khop (jambo khop sudah tidak ada lagi). Salah satu spot lain yang sempat kami singgahi adalah Wih Ni Kulus.

Apasih Wih Ni Kulus? Banyak yang menyebut dengan Whini Kulus, atau Wih Kulus. Kawasan wisata seru dan sejuk ini nan hijau ini menyajikan pemandian air dingin dari pegunungan di Dataran Tinggi Gayo. Letaknya di Kabupaten Bener Meriah. Apa daya tarik disini? Selain panorama alam yang indah, bebatuan alam di sepanjang aliran sungai juga menambah keindahan alam wisata Wih Ni Kulus.

Ternyata dibalik semua keindahan alam yang bisa dikatakan menabjubkan ini, tersimpan nilai historis tentang perjuangan sejarah Aceh sebagai Kota Serambi Mekkah (akan kita bahas berikutnya).

Umumnya pengunjung yang datang kesini adalah keluarga. Kalaupun ada muda mudi berpacaran datangnya secara berombongan. Karena Aceh daerah bersyariat islam, disini dilarang keras berdua-dua bagi mereka yang bukan muhrim.

 Kawasan wisata ini bisa dikatakan kawasan wisata favorit di Kabupaten Bener Meriah. Karena dalam 1 hari tidak kurang 20 sampai 40 kendaraan yang singgah dan bertambah 50 sampai dengan 100 kendaraan setiap harinya di hari weekend dan hari libur.

Untuk fasilitas disini juga sudah memadai walaupun harus ada peningkatan. Disini terdapat sungai yang mengalir deras yang bisa untuk mandi. Bisa disamakan dengan Batee Iliek tetapi Wih Ni Kulus lebih kecil sungainya. Disini terdapat area parkir tetapi sarannya harus di lebih diperluas. Untuk fasilitas Mushalla dan kamar mandi sudah memadai.

Demikian sedikit pendeskripsian tentang Wih Ni Kulus. 



Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

PEMIKIRAN YANG DIJADIKAN DASAR FALSAFAH PADA SISTEM EKONOMI KAPITALIS

Ekonomi kapitalis adalah sistem ekonomi yang didasarkan pada kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi dan distribusi, serta pada prinsip-prinsip pasar bebas. Dasar falsafah sistem ini dibangun melalui berbagai pemikiran dari sejumlah filsuf dan ekonom, yang berperan besar dalam mengembangkan teori dan praktik kapitalisme.

ANALISIS FUNGSI PENGAWASAN DALAM MANAJEMEN

Fungsi pengawasan (controlling) merupakan salah satu elemen penting dalam proses manajemen. Dalam siklus manajemen yang terdiri dari perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (leading), dan pengawasan (controlling), pengawasan berperan untuk memastikan bahwa semua aktivitas organisasi berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Fungsi ini bertujuan untuk menjaga keberhasilan operasional serta membantu organisasi dalam mencapai tujuan strategisnya. Artikel ini akan menganalisis lebih dalam fungsi pengawasan, mencakup pengertian, tujuan, jenis, proses, serta tantangan yang sering dihadapi dalam implementasinya. Pengertian Fungsi Pengawasan Pengawasan adalah proses sistematis untuk memantau, mengevaluasi, dan mengarahkan kegiatan agar sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Dalam konteks manajemen, pengawasan mencakup evaluasi kinerja organisasi, tim, maupun individu. George R. Terry mendefinisikan pengawasan sebagai proses menentukan apa yang telah...

Analisis Strategis Pemulihan Sosio-Ekonomi Provinsi Aceh Pasca Bencana Hidrometeorologi Ekstrem November 2025: Studi Dampak Multisektoral, Kerentanan Infrastruktur, dan Peta Jalan Normalisasi

Ringkasan Eksekutif Laporan ini menyajikan kajian ilmiah mendalam mengenai dampak sistemik bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh pada akhir November 2025, serta proyeksi berbasis data mengenai kerangka waktu pemulihan (normalisasi) kehidupan sosial-ekonomi masyarakat. Analisis didasarkan pada sintesis data kerusakan infrastruktur, kelumpuhan utilitas, kerugian agrikultur, dan disrupsi layanan publik yang terjadi di 19 kabupaten/kota. Temuan utama menunjukkan bahwa "normalisasi" di Aceh tidak akan terjadi sebagai peristiwa tunggal, melainkan proses bertahap yang sangat bergantung pada rehabilitasi fisik. Sementara konektivitas darurat dan pasokan energi diproyeksikan pulih pada akhir Desember 2025, pemulihan ekonomi fundamental—khususnya sektor pertanian dan pendidikan—membutuhkan waktu hingga pertengahan tahun 2026. Kerugian ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp 25,41 triliun mencerminkan skala destruksi yang memerlukan intervensi fiskal dan tekn...