Skip to main content

Posts

Showing posts with the label ekonomi

Mengkalibrasi Ulang Sistem Ekonomi Indonesia Mengawinkan Investasi, Hilirisasi, dan Realitas Ekonomi Phygital

 “Sistem ekonomi Indonesia sering kali diklaim sebagai Sistem Ekonomi Pancasila—sebuah jalan tengah yang berupaya menolak kapitalisme pasar bebas yang brutal sekaligus menghindari etatisme yang mengekang. Dalam teori, Pasal 33 UUD 1945 mengamanatkan bahwa cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Namun, dalam praksisnya di abad ke-21, fondasi idealis ini dihadapkan pada realitas globalisasi, disrupsi teknologi, dan keharusan untuk menarik modal asing demi menjaga mesin pertumbuhan tetap menyala” Kondisi ekonomi kita saat ini berada di persimpangan yang krusial. Kita melihat adanya pergeseran besar dalam cara negara mengelola investasi, merumuskan kebijakan nilai tambah, hingga bagaimana masyarakat di tingkat akar rumput merespons dinamika pasar. Untuk memahami arah sistem ekonomi Indonesia hari ini, kita tidak bisa lagi hanya membaca buku teks makroekonomi klasik. Kita harus membedah tiga pilar utama yang sedang ber...

Resensi buku "Prinsipil Ekonomi" karya Ferry Irwandi : Membumikan Ilmu Ekonomi untuk Kehidupan Sehari-hari

IDENTITAS BUKU   * Judul Buku: Prinsipil Ekonomi: Memahami Ekonomi dengan Mudah  * Penulis: Ferry Irwandi  * Penerbit: PT Malaka Pustaka Pergerakan (Kolofon / Buku Mojok Grup)  * Tahun Terbit: (Edisi terbaru yang diulas)  * Ukuran/Format: 13,5 x 20 cm, Softcover  * Jumlah Halaman: 260 halaman LINK PEMBELIAN KLIK DISINI PENDAHULUAN: Mendobrak Stigma Ilmu Ekonomi Bagi sebagian besar masyarakat awam, kata "ekonomi" sering kali memicu respons yang kurang menyenangkan. Bayangan yang muncul biasanya adalah deretan angka inflasi, grafik kurva penawaran-permintaan yang rumit di papan tulis, atau analisis pasar saham yang membingungkan. Ilmu ekonomi kerap dianggap sebagai wilayah eksklusif para akademisi berdasi atau pialang saham, seolah sangat jauh dan dingin dari realitas keputusan kita sehari-hari, seperti memilih menu makan siang atau rute berangkat kerja. Namun, anggapan tersebut adalah sebuah miskonsepsi besar yang justru merugikan kita. Melalui bukunya...

Peta Konsep Pengantar Ilmu Ekonomi: Panduan Praktis untuk Pemula

Peta pikiran ( mind map ) pengantar ekonomi dapat dibagi menjadi empat cabang utama. Berikut adalah penjelasan ringkas namun komprehensif untuk setiap cabangnya: 1. Konsep Dasar Ekonomi (Fondasi) Cabang pertama ini adalah pondasi dari seluruh ilmu ekonomi. Ekonomi pada dasarnya adalah ilmu tentang bagaimana manusia membuat pilihan di tengah keterbatasan. Kelangkaan ( Scarcity ): Ini adalah masalah utama dalam ekonomi. Sumber daya di dunia ini (uang, waktu, bahan baku) sifatnya terbatas, sementara keinginan manusia sifatnya tidak terbatas. Karena kelangkaan inilah kita harus membuat pilihan. Kebutuhan vs. Keinginan: * Kebutuhan adalah segala sesuatu yang harus dipenuhi untuk bertahan hidup (makanan, pakaian, tempat tinggal). Keinginan adalah hal-hal yang kita harapkan tapi tidak wajib untuk kelangsungan hidup (mobil mewah, liburan ke luar negeri). Biaya Peluang ( Opportunity Cost ): Setiap kali kita memilih satu hal, kita mengorbankan hal lain. Biaya peluang adalah nilai dari alter...

Anomali "Kota Seribu Warung Kopi" dan Menangkis Kutukan Oversupply dengan Segelas Sanger

     Halo, Sobat Sukses! Pernah nggak sih merhatiin siklus tren bisnis zaman sekarang yang umurnya kadang lebih pendek dari umur scroll TikTok kita? Hari ini semua orang jualan es kepal, besok jualan croffle, bulan depannya lagi ganti jualan seblak prasmanan. Di dunia bisnis, ada satu hantu menakutkan yang sering bikin pengusaha mendadak keringat dingin: Oversupply alias kelebihan penawaran. Secara logika ekonomi dasar, kalau kebanyakan orang bikin barang yang sama, tapi jumlah pembelinya segitu-gitu aja, ujung-ujungnya bakal ada yang "saling bunuh" banting harga. Hasil akhirnya? Banyak bisnis yang akhirnya gulung tikar karena nggak sanggup nutup biaya operasional.      Tapi, tunggu dulu. Kalau teori oversupply ini mutlak dan berlaku untuk semua hal, kenapa hal ini seolah-olah nggak mempan kalau kita ngomongin warung kopi (warkop) di Banda Aceh? Coba deh Sobat Sukses jalan-jalan di seputaran Banda Aceh. Dari ujung Ulee Kareng sampai ke pusat kota, warkop it...

Di Balik Etalase E-Commerce, Ngobrolin Masalah Pokok Ekonomi Modern Tanpa Bikin Pusing

        Pernah nggak sih, pas lagi asyik scrolling TikTok atau buka aplikasi e-commerce, tiba-tiba lo mikir, "Ini barang sebanyak ini, siapa yang beli ya? Terus, yang bikin emang nggak capek?" Jujur aja, di balik keranjang belanja online kita yang penuh sama barang-hari-ini-tren-besok-basi, ada sebuah sistem raksasa yang lagi kerja keras muter otak. Di sekolah, guru ekonomi kita mungkin nyebut ini sebagai "Masalah Pokok Ekonomi Modern". Kedengarannya emang kaku banget, kayak istilah yang cuma diobrolin sama bapak-bapak berjas di gedung perkantoran elit. Padahal, sadar atau nggak, masalah ini nempel banget sama kehidupan kita sehari-hari.   Kalau ditarik garis lurusnya, masalah ekonomi modern itu sebenarnya cuma berkutat di tiga pertanyaan super simpel tapi bikin pusing tujuh keliling: What (Apa), How (Bagaimana), dan For Whom (Untuk Siapa). Tiga pertanyaan ini muncul gara-gara satu hal yang nggak bisa kita hindari: kelangkaan. Kebutuhan manusia (termasuk ha...

Aceh Bangkit: Tantangan Ekonomi Pascabencana Justru Menjadi Momentum Pemulihan dan Penguatan Fondasi Baru

Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada akhir tahun ini memang membawa dampak signifikan terhadap angka-angka ekonomi jangka pendek. Laporan terbaru menyebutkan adanya proyeksi penurunan tajam pada pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di triwulan terakhir. Namun, di balik grafik yang melandai, terdapat narasi yang jauh lebih kuat dan penting: daya lenting (resiliensi) masyarakat Aceh dan peluang besar untuk menata ulang fondasi ekonomi yang lebih kokoh. Alih-alih melihat situasi ini sebagai kemunduran permanen, berbagai pihak justru melihat fase pascabencana ini sebagai titik tolak untuk lompatan (rebound) ekonomi yang lebih tinggi di tahun mendatang. Berikut adalah poin-poin optimisme yang menjadi sinyal kuat kebangkitan Tanah Rencong: 1. Pertanian: Dari Musibah Menjadi Pembaruan Agrikultur Sektor pertanian, yang disebut-sebut paling terpukul dengan kerusakan puluhan ribu hektare lahan sawah, kini mendapatkan perhatian prioritas nasional. Intervensi Cepat: Musibah ini telah m...

ANALISIS DAMPAK KUALITATIF: DISRUPSI SOSIO-EKONOMI AKIBAT PEMADAMAN LISTRIK SKALA LUAS DI PROVINSI ACEH (Studi Kasus: Akhir September – Awal Oktober 2025)

Abstrak Pemadaman listrik berskala luas yang melanda Provinsi Aceh pada periode akhir September hingga awal Oktober 2025 telah menyebabkan disrupsi signifikan pada tatanan sosio-ekonomi masyarakat. Peristiwa ini bukan sekadar gangguan teknis, melainkan sebuah krisis infrastruktur yang dampaknya merambat ke berbagai sektor vital. Analisis kualitatif ini bertujuan untuk membedah secara mendalam dampak pemadaman listrik terhadap empat pilar utama: rumah tangga, sektor industri dan usaha, serta organisasi pemerintahan dan layanan publik. Melalui pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini mengidentifikasi bahwa dampak yang ditimbulkan bersifat multifaset, mulai dari penurunan kualitas hidup di tingkat domestik, kerugian finansial masif di sektor ekonomi, hingga kelumpuhan layanan publik yang esensial. Temuan ini menggarisbawahi kerentanan sistemik Aceh terhadap ketersediaan energi listrik dan merekomendasikan perlunya strategi mitigasi risiko serta penguatan infrastruktur energi untuk m...

SUSU DARI LAUT - MENIMBANG PELUANG DAN RISIKO "FISH MILK" SEBAGAI ALTERNATIF SUSU DI INDONESIA

Di tengah fluktuasi pasokan susu sapi, tekanan harga, dan kebutuhan untuk memperluas akses protein murah dan bergizi bagi jutaan anak dan keluarga di Indonesia, muncul sebuah gagasan yang bagi sebagian orang terasa aneh: mengolah ikan menjadi “susu” — bukan dengan membajak biologi ikan, melainkan dengan mengekstrak dan memproses protein ikan menjadi bubuk minuman yang berfungsi mirip susu. Inisiatif yang dipopulerkan oleh organisasi seperti Berikan Protein Initiative—dengan pusat produksi di Indramayu—mengusung klaim ambisius: mengubah limbah dan hasil laut lokal menjadi produk bernilai tambah yang bisa membantu menutup kekurangan pasokan susu sapi sekaligus menyerap tenaga kerja lokal. Ide ini cepat jadi perdebatan publik: inovasi transformasional atau solusi sementara yang berisiko menimbulkan persoalan kesehatan, budaya, dan pemasaran?  Di artikel opini ini saya ingin mengupas gagasan “fish milk” secara seimbang—mengakui potensinya, mengurai tantangan teknis dan sosialnya, ser...