Pendahuluan: Sebuah Realita di Senin Pagi Kita semua pernah merasakannya. Perasaan berat di dada saat alarm berbunyi di Senin pagi. Atau mungkin, keluhan yang terlontar saat makan siang bersama rekan kerja: "Atasanku tidak pengertian," "Sistem di sini berantakan," atau "Gajiku tidak sepadan dengan stres yang kuhadapi." Kalimat-kalimat ini adalah mantra harian di hampir setiap gedung perkantoran, pabrik, hingga ruang kerja remote di seluruh dunia. Di era media sosial saat ini, kita sering disuguhi potret kehidupan kerja yang tampak utopia. Video-video singkat "A Day in My Life" memperlihatkan kantor dengan bean bag, makan siang gratis, bos yang asyik diajak bercanda, dan beban kerja yang tampak ringan. Akibatnya, standar kita tentang "tempat kerja yang ideal" bergeser menjadi sesuatu yang hampir mustahil dicapai: sebuah tempat yang tidak hanya memberi gaji, tetapi juga kenyamanan emosional, validasi diri, dan kebahagiaan yang konstan. Na...