Ngomongin bisnis F&B, apalagi coffee shop, emang nggak pernah ada matinya. Coba bayangin, tempatnya asik buat nongkrong, wangi seduhan kopi segar tiap pagi, playlist lagu indie yang chill, dan orang-orang sibuk ngobrol atau ngetik di laptop. Begitu juga kalau kita bicara warung kopi di Aceh, rasa kopi yang konsisten, vibe ngopi yang nikmat walau cuma skala tradisional. Tapi, sebagai owner, kita sering banget kejebak sama euforia sesaat. Kedai baru buka, sebulan pertama rame banget sampai antre membludak ke jalan, omzet harian meledak, eh langsung kepikiran, "Wah, saatnya buka cabang kedua nih!". Pikiran seperti ini muncul biasanya kalau kita sudah nikmat pegang uang. Artinya walaupun baru buka beberapa bulan kita sudah terasa sekali cepat balik modal. Padahal, ngerem dikit deh dan tanamkan dalam pikiran. Keramaian di bulan-bulan awal itu seringnya cuma efek fomo atau novelty effect. Orang pada datang karena penasaran aja, lagi hype, atau gara-gara lihat promo buy 1 get 1...