Skip to main content

Posts

Featured Post

Masjid Tuha Indrapuri, Saksi Bisu Peradaban dan Sejarah Aceh

Minggu sore 6 Juni 2020, masih membicarakan kekayaan sejarah Aceh bersama pakar sejarah. Mulai dari Benteng Durung, Benteng Inoeng Bale, Mercusuar William Torre hingga beberapa benteng lainnya seperti Benteng Indra Patra dan Eks Kerajaan Hindu Budha yaitu Masjid Tuha yang ada di Indrapuri Aceh Besar. Kalau kita buka literasi dahulu aceh terdapat 3 kerajaan besar yang dikenal dengan Aceh Lhee Sagoe, yaitu Indrapatra, Indrapuri, dan Indrapatra. Jika spot sejarah Indrapatra dan Indrapurwa sudah pernah saya jajaki, maka kali ini spot sejarah yang akan kami kunjungi jatuh pada Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Indonesia. Daya tarik sejarah yang menjadi saksi bisu adalah Masjid Tuha yang berdiri kokoh. Lokasi ini terletahkdi Kecamatan Indrapuri yang berjarak 24 KM dai Kota Banda Aceh. Sejarahnya seperti ini, Dikutip dari Wikipedia, Masjid Tuha Indrapuri adalah sebuah bangunan bersejarah yang merupakan bekas candi dari kerajaan Hindu Lamuri yang ada sekitar abad 12 Masehi dan me...
Recent posts

Anomali "Kota Seribu Warung Kopi" dan Menangkis Kutukan Oversupply dengan Segelas Sanger

     Halo, Sobat Sukses! Pernah nggak sih merhatiin siklus tren bisnis zaman sekarang yang umurnya kadang lebih pendek dari umur scroll TikTok kita? Hari ini semua orang jualan es kepal, besok jualan croffle, bulan depannya lagi ganti jualan seblak prasmanan. Di dunia bisnis, ada satu hantu menakutkan yang sering bikin pengusaha mendadak keringat dingin: Oversupply alias kelebihan penawaran. Secara logika ekonomi dasar, kalau kebanyakan orang bikin barang yang sama, tapi jumlah pembelinya segitu-gitu aja, ujung-ujungnya bakal ada yang "saling bunuh" banting harga. Hasil akhirnya? Banyak bisnis yang akhirnya gulung tikar karena nggak sanggup nutup biaya operasional.      Tapi, tunggu dulu. Kalau teori oversupply ini mutlak dan berlaku untuk semua hal, kenapa hal ini seolah-olah nggak mempan kalau kita ngomongin warung kopi (warkop) di Banda Aceh? Coba deh Sobat Sukses jalan-jalan di seputaran Banda Aceh. Dari ujung Ulee Kareng sampai ke pusat kota, warkop it...

Di Balik Etalase E-Commerce, Ngobrolin Masalah Pokok Ekonomi Modern Tanpa Bikin Pusing

        Pernah nggak sih, pas lagi asyik scrolling TikTok atau buka aplikasi e-commerce, tiba-tiba lo mikir, "Ini barang sebanyak ini, siapa yang beli ya? Terus, yang bikin emang nggak capek?" Jujur aja, di balik keranjang belanja online kita yang penuh sama barang-hari-ini-tren-besok-basi, ada sebuah sistem raksasa yang lagi kerja keras muter otak. Di sekolah, guru ekonomi kita mungkin nyebut ini sebagai "Masalah Pokok Ekonomi Modern". Kedengarannya emang kaku banget, kayak istilah yang cuma diobrolin sama bapak-bapak berjas di gedung perkantoran elit. Padahal, sadar atau nggak, masalah ini nempel banget sama kehidupan kita sehari-hari.   Kalau ditarik garis lurusnya, masalah ekonomi modern itu sebenarnya cuma berkutat di tiga pertanyaan super simpel tapi bikin pusing tujuh keliling: What (Apa), How (Bagaimana), dan For Whom (Untuk Siapa). Tiga pertanyaan ini muncul gara-gara satu hal yang nggak bisa kita hindari: kelangkaan. Kebutuhan manusia (termasuk ha...

Nongkrong di Waroeng Aceh Kemang (WAK) Antasari: Definisi Melting Pot Anak Jaksel Malam Hari

Kalau lo nanya di mana titik kumpul paling chaos tapi ngangenin di Jakarta Selatan setelah jam 10 malam, jawabannya udah pasti Waroeng Aceh Kemang, atau yang lebih akrab dipanggil WAK, cabang Antasari. Tempat ini bukan sekadar warung makan biasa; ini adalah institusi, tempat pelarian, dan melting pot buat berbagai macam kasta dan spesies anak Jakarta. Beda sama kafe-kafe aesthetic di Senopati yang mewajibkan lo dandan rapi, WAK Antasari itu raw , jujur, dan nerima lo apa adanya. Mau lo dateng pake kaos oblong dan sandal jepit bekas, atau pake heels dan dress abis pulang clubbing , pintu WAK selalu terbuka lebar. 1. First Impression : Hantaman Aroma dan Suara Begitu lo belok ke parkirannya yang sering tumpah ruah sampai ke pinggir Jalan Pangeran Antasari, lo bakal langsung disambut sama dua hal: suara dan bau. Suaranya adalah campuran dari obrolan keras ratusan orang yang ngomong barengan, suara tawa yang lepas, dentingan sendok ngaduk gelas kaca, sapaan "Woy, bro!" dari ...

Menakar Efektivitas Skema Rapel 3 Hari Makan Bergizi Gratis Selama Ramadhan: Solusi Taktis atau Kompromi Gizi?

Bulan suci Ramadhan selalu bawa nuansa beda. Buat anak sekolahan, ini waktunya nahan lapar dan haus dari imsak sampa i maghrib. Tapi, tahun 2026 ini ada satu tantangan baru yang lumayan bikin pemerintah putar otak:  Gimana nasib program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang biasanya dibagiin jam makan siang? Nah, alih-alih di-stop, Badan Gizi Nasional (BGN) ngeluarin kebijakan taktis yang cukup menarik buat dibahas, yaitu  skema rapel atau  bundling . Intinya, jatah makan anak-anak dirapel untuk dikonsumsi 2 sampai 3 hari ke depan, dan dibagikan dalam bentuk paket untuk dibawa pulang. Kelihatannya simpel, ya? Tapi di lapangan, kebijakan ini menuai pro dan kontra. Yuk, kita bedah bareng-bareng efektivitas skema rapel ini, dari sisi positif yang mendominasi, sedikit celah negatifnya, sampai gimana sih realita praktiknya di daerah seperti Aceh. Sesuai Anjuran BGN, Kenapa Harus Dirapel? Sebelum kita  judge  macam-macam, kita harus tahu dulu kalau skema rapel ini b...

MENANTI SIRINE DI BANDA ACEH, FENOMENA "SILATURAHMI UDARA" PARA TOKOH DI RADIO BAITURRAHMAN JELANG BERBUKA

Bulan suci Ramadan di Kota Banda Aceh selalu punya cerita dan suasana yang khas terutama di Kota Banda Aceh. Menjelang sore hari, jalanan perlahan mulai lengang. Warga sudah bersiap di rumah masing-masing, duduk di ruang keluarga atau di teras sambil menata hidangan berbuka seperti kanji rumbi, kurma, Kolak, Putu, Surabi dan minuman segar. Di momen-momen inilah, ada satu kebiasaan yang hampir dilakukan oleh seluruh warga kota: menyalakan radio atau mendengarkan pengeras suara dari masjid terdekat yang me-relay siaran dari Radio Baiturrahman FM. Nah disini Ada pola siaran yang sangat ikonik di Radio Baiturrahman setiap sore. Yang sudah berlangsung mungkin seingat saya 20 tahunan atau lebih. Dimana Setelah lantunan tilawah Al-Qur'an selesai dan sudah memasuki waktu magrib, ada jeda waktu sekitar 30 detik sebelum sirine panjang tanda berbuka puasa bergema. Waktu yang sangat singkat dan krusial ini diisi oleh runtutan ucapan "Selamat Berbuka Puasa" dari berbagai tokoh penting...