Skip to main content

Posts

Featured Post

Masjid Tuha Indrapuri, Saksi Bisu Peradaban dan Sejarah Aceh

Minggu sore 6 Juni 2020, masih membicarakan kekayaan sejarah Aceh bersama pakar sejarah. Mulai dari Benteng Durung, Benteng Inoeng Bale, Mercusuar William Torre hingga beberapa benteng lainnya seperti Benteng Indra Patra dan Eks Kerajaan Hindu Budha yaitu Masjid Tuha yang ada di Indrapuri Aceh Besar. Kalau kita buka literasi dahulu aceh terdapat 3 kerajaan besar yang dikenal dengan Aceh Lhee Sagoe, yaitu Indrapatra, Indrapuri, dan Indrapatra. Jika spot sejarah Indrapatra dan Indrapurwa sudah pernah saya jajaki, maka kali ini spot sejarah yang akan kami kunjungi jatuh pada Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Indonesia. Daya tarik sejarah yang menjadi saksi bisu adalah Masjid Tuha yang berdiri kokoh. Lokasi ini terletahkdi Kecamatan Indrapuri yang berjarak 24 KM dai Kota Banda Aceh. Sejarahnya seperti ini, Dikutip dari Wikipedia, Masjid Tuha Indrapuri adalah sebuah bangunan bersejarah yang merupakan bekas candi dari kerajaan Hindu Lamuri yang ada sekitar abad 12 Masehi dan me...
Recent posts

Peta Konsep Pengantar Ilmu Ekonomi: Panduan Praktis untuk Pemula

Peta pikiran ( mind map ) pengantar ekonomi dapat dibagi menjadi empat cabang utama. Berikut adalah penjelasan ringkas namun komprehensif untuk setiap cabangnya: 1. Konsep Dasar Ekonomi (Fondasi) Cabang pertama ini adalah pondasi dari seluruh ilmu ekonomi. Ekonomi pada dasarnya adalah ilmu tentang bagaimana manusia membuat pilihan di tengah keterbatasan. Kelangkaan ( Scarcity ): Ini adalah masalah utama dalam ekonomi. Sumber daya di dunia ini (uang, waktu, bahan baku) sifatnya terbatas, sementara keinginan manusia sifatnya tidak terbatas. Karena kelangkaan inilah kita harus membuat pilihan. Kebutuhan vs. Keinginan: * Kebutuhan adalah segala sesuatu yang harus dipenuhi untuk bertahan hidup (makanan, pakaian, tempat tinggal). Keinginan adalah hal-hal yang kita harapkan tapi tidak wajib untuk kelangsungan hidup (mobil mewah, liburan ke luar negeri). Biaya Peluang ( Opportunity Cost ): Setiap kali kita memilih satu hal, kita mengorbankan hal lain. Biaya peluang adalah nilai dari alter...

Marathon Rapat Strategis di Hambalang, Menilik Lima Isu Krusial Arahan Presiden Prabowo Subianto

     Hari Minggu yang umumnya dimanfaatkan sebagai waktu purna tugas di akhir pekan, rupanya tidak berlaku bagi denyut nadi pemerintahan Kabinet Merah Putih. Pada hari Minggu, 8 Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto diketahui menggelar serangkaian rapat strategis yang berlangsung secara maraton sejak siang hingga malam hari. Berlokasi di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, rapat ini tidak sekadar menjadi ajang kumpul jajaran kabinet, melainkan wadah pengambilan keputusan dan pembaruan informasi terkait isu-isu paling mendesak yang dihadapi bangsa, baik di kancah domestik maupun internasional.      Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut dibagi ke dalam lima sesi rapat yang berbeda. Hal ini menunjukkan betapa spesifik dan seriusnya setiap topik yang dibahas. Kehadiran sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara—di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto; Menteri Pertahana...

Fenomena "Mokel" di Ramadan 2026: Sekadar Tren Bahasa atau Pergeseran Esensi Puasa?

Setiap kali bulan Ramadan tiba, selalu ada saja dinamika sosial yang unik di masyarakat Indonesia. Di era digital ini, dinamika tersebut sering kali terekam jelas melalui tren bahasa di media sosial. Pada Ramadan 2026, linimasa kita—mulai dari TikTok, X (Twitter), hingga Instagram Reels—diramaikan oleh satu kata yang mendadak menjadi primadona: "Mokel" . Bagi sebagian orang, kata ini memicu tawa karena dikaitkan dengan meme-meme lucu tentang godaan puasa. Namun, bagi sebagian lainnya, tren kata ini memunculkan pertanyaan kritis: apakah kita mulai menormalisasi kebohongan dalam beribadah? Artikel ini akan mengupas sejarah kata "mokel" dan opini di balik fenomena sosial yang mengiringinya. Melacak Jejak Sejarah Kata "Mokel" Secara linguistik, "mokel" bukanlah kata baku yang akan Anda temukan di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata ini berakar dari slang atau bahasa gaul lokal, spesifiknya dari daerah Jawa Timur, terutama kawasan Arekan seper...

Anomali "Kota Seribu Warung Kopi" dan Menangkis Kutukan Oversupply dengan Segelas Sanger

     Halo, Sobat Sukses! Pernah nggak sih merhatiin siklus tren bisnis zaman sekarang yang umurnya kadang lebih pendek dari umur scroll TikTok kita? Hari ini semua orang jualan es kepal, besok jualan croffle, bulan depannya lagi ganti jualan seblak prasmanan. Di dunia bisnis, ada satu hantu menakutkan yang sering bikin pengusaha mendadak keringat dingin: Oversupply alias kelebihan penawaran. Secara logika ekonomi dasar, kalau kebanyakan orang bikin barang yang sama, tapi jumlah pembelinya segitu-gitu aja, ujung-ujungnya bakal ada yang "saling bunuh" banting harga. Hasil akhirnya? Banyak bisnis yang akhirnya gulung tikar karena nggak sanggup nutup biaya operasional.      Tapi, tunggu dulu. Kalau teori oversupply ini mutlak dan berlaku untuk semua hal, kenapa hal ini seolah-olah nggak mempan kalau kita ngomongin warung kopi (warkop) di Banda Aceh? Coba deh Sobat Sukses jalan-jalan di seputaran Banda Aceh. Dari ujung Ulee Kareng sampai ke pusat kota, warkop it...

Di Balik Etalase E-Commerce, Ngobrolin Masalah Pokok Ekonomi Modern Tanpa Bikin Pusing

        Pernah nggak sih, pas lagi asyik scrolling TikTok atau buka aplikasi e-commerce, tiba-tiba lo mikir, "Ini barang sebanyak ini, siapa yang beli ya? Terus, yang bikin emang nggak capek?" Jujur aja, di balik keranjang belanja online kita yang penuh sama barang-hari-ini-tren-besok-basi, ada sebuah sistem raksasa yang lagi kerja keras muter otak. Di sekolah, guru ekonomi kita mungkin nyebut ini sebagai "Masalah Pokok Ekonomi Modern". Kedengarannya emang kaku banget, kayak istilah yang cuma diobrolin sama bapak-bapak berjas di gedung perkantoran elit. Padahal, sadar atau nggak, masalah ini nempel banget sama kehidupan kita sehari-hari.   Kalau ditarik garis lurusnya, masalah ekonomi modern itu sebenarnya cuma berkutat di tiga pertanyaan super simpel tapi bikin pusing tujuh keliling: What (Apa), How (Bagaimana), dan For Whom (Untuk Siapa). Tiga pertanyaan ini muncul gara-gara satu hal yang nggak bisa kita hindari: kelangkaan. Kebutuhan manusia (termasuk ha...

Nongkrong di Waroeng Aceh Kemang (WAK) Antasari: Definisi Melting Pot Anak Jaksel Malam Hari

Kalau lo nanya di mana titik kumpul paling chaos tapi ngangenin di Jakarta Selatan setelah jam 10 malam, jawabannya udah pasti Waroeng Aceh Kemang, atau yang lebih akrab dipanggil WAK, cabang Antasari. Tempat ini bukan sekadar warung makan biasa; ini adalah institusi, tempat pelarian, dan melting pot buat berbagai macam kasta dan spesies anak Jakarta. Beda sama kafe-kafe aesthetic di Senopati yang mewajibkan lo dandan rapi, WAK Antasari itu raw , jujur, dan nerima lo apa adanya. Mau lo dateng pake kaos oblong dan sandal jepit bekas, atau pake heels dan dress abis pulang clubbing , pintu WAK selalu terbuka lebar. 1. First Impression : Hantaman Aroma dan Suara Begitu lo belok ke parkirannya yang sering tumpah ruah sampai ke pinggir Jalan Pangeran Antasari, lo bakal langsung disambut sama dua hal: suara dan bau. Suaranya adalah campuran dari obrolan keras ratusan orang yang ngomong barengan, suara tawa yang lepas, dentingan sendok ngaduk gelas kaca, sapaan "Woy, bro!" dari ...

Menakar Efektivitas Skema Rapel 3 Hari Makan Bergizi Gratis Selama Ramadhan: Solusi Taktis atau Kompromi Gizi?

Bulan suci Ramadhan selalu bawa nuansa beda. Buat anak sekolahan, ini waktunya nahan lapar dan haus dari imsak sampa i maghrib. Tapi, tahun 2026 ini ada satu tantangan baru yang lumayan bikin pemerintah putar otak:  Gimana nasib program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang biasanya dibagiin jam makan siang? Nah, alih-alih di-stop, Badan Gizi Nasional (BGN) ngeluarin kebijakan taktis yang cukup menarik buat dibahas, yaitu  skema rapel atau  bundling . Intinya, jatah makan anak-anak dirapel untuk dikonsumsi 2 sampai 3 hari ke depan, dan dibagikan dalam bentuk paket untuk dibawa pulang. Kelihatannya simpel, ya? Tapi di lapangan, kebijakan ini menuai pro dan kontra. Yuk, kita bedah bareng-bareng efektivitas skema rapel ini, dari sisi positif yang mendominasi, sedikit celah negatifnya, sampai gimana sih realita praktiknya di daerah seperti Aceh. Sesuai Anjuran BGN, Kenapa Harus Dirapel? Sebelum kita  judge  macam-macam, kita harus tahu dulu kalau skema rapel ini b...