Banda Aceh telah lama dikenal dengan julukan "Kota Seribu Warung Kopi". Di kota ini, warung kopi (warkop) bukan sekadar tempat singgah untuk menyesap secangkir sanger atau kopi pancung, melainkan telah menjadi ruang tamu sosial, pusat diskusi politik, tempat negosiasi bisnis, hingga ruang kerja komunal. Di sisi lain, dunia saat ini tengah berlari kencang menuju transisi energi hijau. Kendaraan berbahan bakar fosil mulai ditinggalkan, digantikan oleh Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Pertanyaannya: di mana posisi Banda Aceh dalam peta revolusi energi ini? Jawabannya mungkin ada pada persilangan antara tradisi lokal dan teknologi modern. Mengawinkan budaya nongkrong di warkop dengan penyediaan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik—khususnya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)—bukan sekadar ide futuristik, melainkan peluang bisnis nyata yang sangat menjanjikan. Kajian ini akan membedah secara mendalam bagaimana warkop dapat menjadi pu...