Skip to main content

Tak Mau Maka Tak Mampu



ikramshare.blogspot.comSering kita mendengar peribahasa atau ungkapan yang menyatakan sebab akibat. Seperti tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, tak kerja mak tak ada uang, tak makan maka tak kenyang, dan lain sebagainya. Ungkapan ini sebenarnya memberikan isyarat kepada yang mendengarnya untuk melakukan aspek yang pertama sehingga tidak menimbulkan akibat pada aspek yang kedua. Terlepas dari ungkapan diatas, kali ini kita akan membicarakan tentang tak mau maka tak mampu.

Mau dan mampu adalah dua kata yang saling berserikat. Mau adalah sungguh-sungguh suka hendak, sedangkan mampu adalah sanggup melakukan sesuatu. Mau dan mampu berarti sungguh-sungguh suka melakukan dan sanggup melakukan sesuatu.

Mau adalah kebutalan tekad kita dalam melaksanakan sesuatu. Kemauan yang keras tentu akan menghasilkan hasil yang baik pula. Mau adalah pondasi awal kita dalam memulai selanjut berhasil atau tidak berhasilnya dipengaruhi oleh ke-mampu-an kita. Sering kita mendengar hubungan sebab akibat antara mau dan mampu. Sebut saja mau dan mampu, mau tapi tidak mampu, tidak mau tapi mampu, dan tidak mau tidak mampu. Dari poin diatas yang positif adalah mau dan mampu. Jelas kita mau melaksanakan sesuatu dan kita mampu akan hal itu maka output yang dihasilkan adalah baik. Selanjutnya mau tapi tidak mau. Ini masih positif. Asal ada mau saja maka kemampuan akan datang dan timbul seiring niat ke-mau-annya. Dengan ke-mau-an maka ke-mampu-an untuk menghasilkan output yang baik akan bisa direalisasikan. Misalnya melalui proses belajar atau coaching atau dengan pribahasa bisa kita sebutkan dengan dimana ada kemauan disitu ada jalan. Penilaian yang negatif justru pada poin tidak mau tapi mampu. Disini menjelaskan kepada sifat-sifat seorang pemalas, penunda, atau tidak bertanggung jawab. Dia mampu melaksanakan pekerjaannya tetapi dia tidak mau. Ketidakmauannya ini bisa berasal dari berbagai alasan misalnya malas, reward yang tidak jelas, kurangnya penghargaan, dan tidak memberikan dampak positif apapun kepada si pelaksananya. Untuk permasalahan ini hal yang harus dilakukana adalah melalui coaching dan membangun awareness atau kesadaran. Jika itu memang tugasnya maka laksanakan. Selanjutnya yang paling kronis adalah tidak mau dan tidak mau. Jika anda menjumpa orang-orang seperti ini maka ABAIKAN.....

Mari kita intropeksi diri kita. Selama ini kita masuk ke kategori yang mana. Mau?, Mampu?, Tidak Mau?, Tidak Mampu?. Tujuan akhir kita adalah Mau dan Mampu. Untuk menuju menjadi pribadi-pribadi yang mau dan mampu ini kita melewati berbagai jalan kehidupan. Bisa melalui pengalaman, pendidikan, pergaulan, pekerjaan, dan kepribadian kita. Andaikan seluruh aspek-aspek ini positif maka kemauan dan kemampuan pasti ada. Jika ada beberapa aspek tersebut kurang mendukung dalam diri kita, maka ada dua kunci yang akan kita buka dan kita laksanakan. Yaitu Usaha dan Doa. Melalui usaha kita akan menyatukan kemauan untuk menuju keberhasilan. Selanjutnya dengan doa kita akan menyempurnakan kemauan dan keberhasilan tentunya dengan doa yang dikabulkan Ilahirabbi. Sering kita mendengar berusaha tanpa berdoa adalah sombong, selanjutnya berdoa tanpa berusahan adalah bohong. Melalui Usaha dan Doa InsyaAllah kita akan dijauhi oleh sifat Tidak Mau dan Tidak Mau.

Comments

Popular posts from this blog

PEMIKIRAN YANG DIJADIKAN DASAR FALSAFAH PADA SISTEM EKONOMI KAPITALIS

Ekonomi kapitalis adalah sistem ekonomi yang didasarkan pada kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi dan distribusi, serta pada prinsip-prinsip pasar bebas. Dasar falsafah sistem ini dibangun melalui berbagai pemikiran dari sejumlah filsuf dan ekonom, yang berperan besar dalam mengembangkan teori dan praktik kapitalisme.

MANAJEMEN UJI KINERJA PROGRAM PROFESI GURU (PPG)

Program Profesi Guru (PPG) merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kompetensi guru di Indonesia. Salah satu komponen penting dalam proses ini adalah Uji Kinerja (UKin) , yang bertujuan untuk menilai kemampuan peserta PPG dalam menerapkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian secara terintegrasi di lingkungan pendidikan. Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan UKin, diperlukan manajemen yang sistematis dan terencana. Artikel ini akan membahas berbagai aspek manajemen uji kinerja PPG, mulai dari persiapan hingga evaluasi hasil. 1. Pengertian dan Tujuan Uji Kinerja PPG Uji Kinerja adalah bagian dari asesmen dalam PPG yang bertujuan untuk: Mengukur kemampuan guru dalam menerapkan teori pendidikan ke dalam praktik. Menilai kualitas pengelolaan pembelajaran berdasarkan standar nasional pendidikan. Memberikan umpan balik kepada peserta PPG untuk pengembangan kompetensi lebih lanjut. Uji kinerja juga bertujuan untuk menjamin bahwa guru yang lulus dari PPG...

ANALISIS FUNGSI PENGAWASAN DALAM MANAJEMEN

Fungsi pengawasan (controlling) merupakan salah satu elemen penting dalam proses manajemen. Dalam siklus manajemen yang terdiri dari perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (leading), dan pengawasan (controlling), pengawasan berperan untuk memastikan bahwa semua aktivitas organisasi berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Fungsi ini bertujuan untuk menjaga keberhasilan operasional serta membantu organisasi dalam mencapai tujuan strategisnya. Artikel ini akan menganalisis lebih dalam fungsi pengawasan, mencakup pengertian, tujuan, jenis, proses, serta tantangan yang sering dihadapi dalam implementasinya. Pengertian Fungsi Pengawasan Pengawasan adalah proses sistematis untuk memantau, mengevaluasi, dan mengarahkan kegiatan agar sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Dalam konteks manajemen, pengawasan mencakup evaluasi kinerja organisasi, tim, maupun individu. George R. Terry mendefinisikan pengawasan sebagai proses menentukan apa yang telah...