Dada ini rasanya sesak, diiringi rasa gelisah yang terus merayap setiap kali membuka lini masa dan melihat berita yang sungguh mengiris hati. Rentetan kasus kekerasan terhadap anak di tempat penitipan anak ( daycare ) yang belakangan viral—mulai dari yang terjadi di Yogyakarta hingga yang terjadi tepat di depan mata kita di Banda Aceh—bukan sekadar berita kriminal biasa. Ini adalah sebuah teror psikologis bagi setiap orang tua. Ada rasa tidak nyaman yang mendalam, sebuah ketakutan absolut yang kini menghantui: apakah anak-anak kita benar-benar aman saat tidak berada dalam pelukan kita? Sebagai masyarakat, kita dihadapkan pada sebuah ironi yang menyakitkan. Daycare seharusnya menjadi rumah kedua. Ia dijanjikan sebagai ruang aman ( safe space ) di mana anak-anak bisa bermain, belajar, dan dijaga dengan penuh kasih sayang ketika orang tua mereka harus pergi bekerja untuk menyambung hidup. Orang tua menitipkan harta paling berharga mereka dengan kepercayaan penuh, membayar dengan harga ya...