Skip to main content

Penginapan : LENGKAP atau NYAMAN?

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, tentu kita tidak selamanya berada di suatu tempat tinggal saja. Suatu waktu kita pasti akan bepergian dari satu kota ke kota lainnya. Apakah dalam rangka tujuan wisata, tujuan silaturrahmi, atau tujuan (lebih tepatnya “tuntutan”) pekerjaan. Tentu yang menjadi pertimbangan kita ketika berada di Kota lain adalah makanan, teman/kenalan/relasi, kondisi alam, suhu, prilaku masyarakat, dan tentu saja penginapannya. 

Penginapan yang diartikan disini adalah tempat dimana kita akan menginap jika kita berada di suatu kota yang tentu bukan kota domisili kita. Penginapan menjadi pertimbangan utama. Penginapan akan sangat berpengaruh terhadap mood dan kebetahan kita jika berada di suatu kota atau daerah yang sangat asing bagi kita. Penginapan yang baik tentu akan memberikan kualitas istirahat yang baik pula bagi kita. Misalnya dalam tujuan wisata, dengan pertimbangan memilih penginapan yang sesuai tentu akan memberikan sensasi liburan kita yang sesungguhnya. Begitu juga dalam tujuan pekerjaan. Dengan memilih penginapan yang tepat maka akan sangat berpengaruh terhadap etos kerja dan semangat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan target atau sasaran yang telah ditugaskan. 

Tentu disetiap kota yang kita singgahi terdapat penginapan yang bagus, layak, lengkap, dan nyaman. Penginapan dalam artian ini adalah secara keseluruhan. Baik berupa hotel, wisma, motel, inn, bungalow, villa, dan tentu saja kost-kostan. Tentu kita bisa memilih mana yang kita suka. Tetapi permasalahannya adalah adanya keterbatasan. Keterbatasan dalam budget atau biaya yang kita alokasikan untuk memilih penginapan. Kadar budget yang ditentukan sangat disesuaikan oleh kantong masing-masing atau anggaran yang diberikan oleh tempat kita bekerja. Jika anggarannya untuk hotel maka kita akan mencari hotel. Begitu juga anggarannya untuk kost maka silahkan kita cari kost-kostan.

Permasalahan berikutnya adalah ketika budget yang diberikan adalah untuk hotel, maka silahkan mencari hotel. Tetapi apakah penginapan atau hotel yang kita pilih sesuai dengan selera dan pertimbangan kita. Begitu juga dengan mencari kost apakah kost-kostannya sesuai dengan selera dan pertimbangan kita. 

Pertimbangan dalam pemilihan penginapan yang paling penting adalah cukup dua poin sahaja. Yaitu pilih lengkap atau nyaman. Kemungkinan dengan budget yang besar tentu kita akan mendapatkan penginapan yang lengkap dan nyaman. Tetapi kembali ke permasalah diawal tadi tentu adanya keterbatasan budget.

Poin pertama, penginapan yang lengkap tentu memiliki fitur-fitur menarik plus pelayanan terbaik yang diberikan. Misalnnya terdapat kamar mandi yang luas dan lengkap, adanya AC/Pendingin ruangan, meja rias, dll. Tetapi terkadang, sudah lengkap tetapi tidak nyaman. Misalnya kebisingan suara, kamar yang tidak bersih, sirkulasi udara yang tidak ada dan fitur-fitur atau interior yang terkesan jadul. Selanjutnya poin yang kedua adalah nyaman. Dikategorikan nyaman tentu kamar yang jauh dari kebisingan, bersih, sirkulasi udara lancar dan ditambah dengan prilaku orang-orang sebelah yang ramah dan baik. Tentu inilah poin kenyamanan itu. Walaupun interiornya kurang lengkap tetapi sudah memenuhi standar kecukupan. 

Lengkap dan nyaman adalah salah satu paket pelayan yang diberikan disetiap penginapan. Tetapi kenyataannya masih ada kurang di kelengkapannya atau kurang dikenyamanannya. Maka dari itu dua poin ini menjadi penilaian awal terhadap penginapan yan akan menjadi tempat kita berbaring walau hanya beberapa saat. Tetapi bagi saya poin kenyaman layak dinomorsatukan. Untuk apa lengkap tetapi tidak nyaman. Dan biar saja tidak lengkap asalkan nyaman. Bagaimana dengan anda????.

Comments

Popular posts from this blog

PEMIKIRAN YANG DIJADIKAN DASAR FALSAFAH PADA SISTEM EKONOMI KAPITALIS

Ekonomi kapitalis adalah sistem ekonomi yang didasarkan pada kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi dan distribusi, serta pada prinsip-prinsip pasar bebas. Dasar falsafah sistem ini dibangun melalui berbagai pemikiran dari sejumlah filsuf dan ekonom, yang berperan besar dalam mengembangkan teori dan praktik kapitalisme.

ANALISIS FUNGSI PENGAWASAN DALAM MANAJEMEN

Fungsi pengawasan (controlling) merupakan salah satu elemen penting dalam proses manajemen. Dalam siklus manajemen yang terdiri dari perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (leading), dan pengawasan (controlling), pengawasan berperan untuk memastikan bahwa semua aktivitas organisasi berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Fungsi ini bertujuan untuk menjaga keberhasilan operasional serta membantu organisasi dalam mencapai tujuan strategisnya. Artikel ini akan menganalisis lebih dalam fungsi pengawasan, mencakup pengertian, tujuan, jenis, proses, serta tantangan yang sering dihadapi dalam implementasinya. Pengertian Fungsi Pengawasan Pengawasan adalah proses sistematis untuk memantau, mengevaluasi, dan mengarahkan kegiatan agar sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Dalam konteks manajemen, pengawasan mencakup evaluasi kinerja organisasi, tim, maupun individu. George R. Terry mendefinisikan pengawasan sebagai proses menentukan apa yang telah...

MANAJEMEN UJI KINERJA PROGRAM PROFESI GURU (PPG)

Program Profesi Guru (PPG) merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kompetensi guru di Indonesia. Salah satu komponen penting dalam proses ini adalah Uji Kinerja (UKin) , yang bertujuan untuk menilai kemampuan peserta PPG dalam menerapkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian secara terintegrasi di lingkungan pendidikan. Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan UKin, diperlukan manajemen yang sistematis dan terencana. Artikel ini akan membahas berbagai aspek manajemen uji kinerja PPG, mulai dari persiapan hingga evaluasi hasil. 1. Pengertian dan Tujuan Uji Kinerja PPG Uji Kinerja adalah bagian dari asesmen dalam PPG yang bertujuan untuk: Mengukur kemampuan guru dalam menerapkan teori pendidikan ke dalam praktik. Menilai kualitas pengelolaan pembelajaran berdasarkan standar nasional pendidikan. Memberikan umpan balik kepada peserta PPG untuk pengembangan kompetensi lebih lanjut. Uji kinerja juga bertujuan untuk menjamin bahwa guru yang lulus dari PPG...