Setiap kali bulan Ramadan tiba, selalu ada saja dinamika sosial yang unik di masyarakat Indonesia. Di era digital ini, dinamika tersebut sering kali terekam jelas melalui tren bahasa di media sosial. Pada Ramadan 2026, linimasa kita—mulai dari TikTok, X (Twitter), hingga Instagram Reels—diramaikan oleh satu kata yang mendadak menjadi primadona: "Mokel" . Bagi sebagian orang, kata ini memicu tawa karena dikaitkan dengan meme-meme lucu tentang godaan puasa. Namun, bagi sebagian lainnya, tren kata ini memunculkan pertanyaan kritis: apakah kita mulai menormalisasi kebohongan dalam beribadah? Artikel ini akan mengupas sejarah kata "mokel" dan opini di balik fenomena sosial yang mengiringinya. Melacak Jejak Sejarah Kata "Mokel" Secara linguistik, "mokel" bukanlah kata baku yang akan Anda temukan di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata ini berakar dari slang atau bahasa gaul lokal, spesifiknya dari daerah Jawa Timur, terutama kawasan Arekan seper...