Minggu sore 6 Juni 2020, masih membicarakan kekayaan sejarah Aceh bersama pakar sejarah. Mulai dari Benteng Durung, Benteng Inoeng Bale, Mercusuar William Torre hingga beberapa benteng lainnya seperti Benteng Indra Patra dan Eks Kerajaan Hindu Budha yaitu Masjid Tuha yang ada di Indrapuri Aceh Besar. Kalau kita buka literasi dahulu aceh terdapat 3 kerajaan besar yang dikenal dengan Aceh Lhee Sagoe, yaitu Indrapatra, Indrapuri, dan Indrapatra. Jika spot sejarah Indrapatra dan Indrapurwa sudah pernah saya jajaki, maka kali ini spot sejarah yang akan kami kunjungi jatuh pada Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Indonesia. Daya tarik sejarah yang menjadi saksi bisu adalah Masjid Tuha yang berdiri kokoh. Lokasi ini terletahkdi Kecamatan Indrapuri yang berjarak 24 KM dai Kota Banda Aceh. Sejarahnya seperti ini, Dikutip dari Wikipedia, Masjid Tuha Indrapuri adalah sebuah bangunan bersejarah yang merupakan bekas candi dari kerajaan Hindu Lamuri yang ada sekitar abad 12 Masehi dan me...
Seringkali, ketika kita berbicara tentang masa depan umat manusia, mata kita tertuju ke langit. Kita terobsesi dengan kolonisasi Mars, menambang asteroid, atau mencari "Bumi kedua" di gugusan bintang yang jauh. Namun, dalam obsesi kita menatap ke atas, saya berpendapat bahwa kita telah melakukan kesalahan fatal: kita lupa menunduk. Kita lupa pada entitas tipis, rapuh, namun sangat kuat yang menopang seluruh bobot peradaban kita: Tanah. Secara akademis, disiplin ini dikenal sebagai Ilmu Tanah (Soil Science), Pedologi, atau Edafologi. Namun, bagi saya, menyebutnya sekadar "ilmu" terasa terlalu dingin. Ini bukan hanya tentang membedah butiran pasir, debu, dan liat. Ini adalah studi tentang "kulit bumi"—sebuah membran hidup yang bernapas, yang menjadi satu-satunya pembatas antara kelimpahan pangan dan kepunahan massal. Reduksi yang Berbahaya: Tanah Bukan Sekadar Spons Selama satu abad terakhir, khususnya sejak Revolusi Hijau, kita telah melakukan dosa besar te...